Drama Cinta Jembatan Pasupati

source: tyta.tumblr.com
Setiap kali ke Bandung, saya selalu senang melewati jembatan Pasupati. Sekali waktu, saya sengaja mengajak istri untuk menikmati panorama Bandung dari atas jembatan, yang mulai diuji coba pada penggunaannya pada 2005 ini. “Bagus juga ya!” Begitu komentar singkat istri saya.

Saya bukan lelaki romantis. Keinginan mengajak istri lebih karena rasa penasaran saja. Beberapa kali melintas malam di sana, saya selalu melihat banyak pasangan sengaja menghentikan kenderaan bermotornya di tepi kiri kanan jalan sembari berpelukan. “Hmm… asyik juga nih…!” Itulah awal mulanya.

Ya, jembatan Pasupati, salah satu landmark kota Bandung terkini, telah menjadi pilihan alternatif untuk menikmati Bandung di malam hari bagi sebagian warga. Dari pada jauh-jauh ke Dago Pakar atau ke Lembang, di Pasupati juga cukup lah.

Di sini setiap pasangan bisa berlama-lama, meresapi dinginnya malam, mengagumi pendar cahaya gemerlap di kejauhan dan berbagi cerita sembari berpeluk mesra.

Seperti kebanyakan tempat-tempat romantis, selalu saja ada cerita pahit menyertainya. Kini, jembatan Pasupati telah mengawalinya. Sabtu lalu (26/3/11) seorang pria muda bernama Ryo nekad mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dari atas jembatan Pasupati. Hari ini, sebuah harian Bandung mengkonfirmasi bahwa Ryo, yang masih berusia 21 tahun, itu mungkin nekad meregang nyawa karena cintanya ditolak wanita pujaan.

Saya coba googling tentang Pasupati dan bunuh diri. Sepertinya kasus Ryo adalah yang pertama. Di benak saya langsung terpikir: “Ini dia nih… Beberapa tahun ke depan jembatan Pasupati akan menjadi bagian dari urban legend.” Ya, mungkin tidak akan lama lagi kita akan mulai mendengar kisah-kisah aneh ketika orang melintas atau berhenti di jembatan yang menghubungkan Jl. Pasteur dan Jl. Surapati ini. Dan ketika itu telah menjadi pengetahuan umum, tinggal menunggu waktu saja untuk menontonnya di layar lebar!***

Komentar anda